Facebook, bakal tidak ada di prangkat Huawei terbaru

ancaman dari huawei terhadap As

Jakarta,
hariandeteksi.com -- facebook.com Inc tak lagi mengizinkan pra-instal aplikasinya pada ponsel Huawei. Hal ini menjadi pukulan telak bagi perusahaan raksasa teknologi asal China ini di tengah upaya mempertahankan bisnisnya dalam menghadapi larangan Amerika Serikat (AS) atas pembelian suku cadang dan perangkat lunak asal negara tersebut. 

Dikutip dari Reuters, Facebook mengatakan pelanggan yang sudah memiliki ponsel Huawei masih bisa menggunakan aplikasinya dan menerima pembaruan. Namun, ponsel terbaru Huawei tak lagi bisa mengunduh aplikasi Facebook, WhatsApp, dan Instagram. 

Vendor ponsel cerdas kerap memasukkan penawaran bisnis untuk pra-instal aplikasi populer seperti Facebook. Aplikasi seperti Twitter dan Booking.com termasuk yang pra-instal pada ponsel Huawei di banyak pasar. Twitter menolak berkomentar, sedangkan Booking.com belum merespons.


Langkah Facebook berpotensi menurunkan penjualan Huawei yang bisnis ponsel pintarnya meraup pendapatan terbesar tahun lalu. Huawei menolak berkomentar.

Perusahaan AS diberitahu bahwa langkah pemerintahan Trump untuk memutus perusahaan China dari teknologi AS telah mengganggu rantai pasokan global. Sehingga, perusahaan yang mengikuti kebijakan itu dapat menghadapi konsekuensi permanen.

baca juga : Rusia dan China bekerja sama dalam jaringan 5G

Perusahaan yang berbasis di luar Amerika Serikat diberitahu bahwa selama mereka mempertahankan bisnis seperti biasa, mereka tidak akan dihukum.

Jumat lalu, Facebook mengumumkan akan memotong Huawei dari aplikasi jejaring sosial populernya untuk mematuhi sanksi AS. Aksi ini akan semakin mengisolasi perusahaan yang telah menjadi vendor ponsel pintar terbesar kedua di dunia.

Sebelumnya, Google membuat pengumuman serupa di bulan Mei. Washington dan Beijing memulai kembali pertempuran dagang mereka bulan lalu ketika negosiasi di AS berakhir tanpa kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif barang-barang China senilai US$200 miliar. Beijing membalas dengan kenaikan tarifnya sendiri atas barang-barang AS yang bernilai miliaran dolar.
sumber: cnnindonesia.com
Share on Google Plus

About hariandeteksi.com

Situs Berita Online
www.HarianDeteksi.Com
Kritis, Bernas dan Informatif
Ph:0853-7272-9191
    Website Comment
    Facebook Comment