Sisa-sisa salah satu jenderal Napoleon tahun 1812 diyakini ditemukan di Rusia

Para arkeolog mengambil bagian dalam pekerjaan penggalian setelah mereka menemukan apa yang mereka yakini sebagai situs pemakaman Jenderal Prancis Charles Etienne Gudin di sebuah taman di Smolensk, Rusia dalam gambar selebaran yang diperoleh Reuters pada 9 Juli 2019. 
MOSKOW (hariandeteksi.com) - Lebih dari 200 tahun setelah dia meninggal karena luka-luka di medan perang di Rusia, para arkeolog percaya mereka telah menemukan sisa-sisa salah satu jenderal favorit Napoleon Bonaparte yang terkubur di sebuah taman di bawah fondasi lantai dansa.

Jenderal Charles Etienne Gudin, yang namanya tertulis di Arc de Triomphe di Paris, meninggal pada usia 44 pada 22 Agustus 1812, setelah terkena bola meriam saat invasi Napoleon yang gagal ke Rusia.

Gudin secara pribadi dikenal dan dihormati oleh Napoleon, dan setelah kematiannya, hatinya dipotong dan dibawa ke Paris untuk ditempatkan di sebuah kapel di pemakaman Pere Lachaise di ibukota Prancis.

Payudara rupa-Nya berada di Istana Versailles, dan jalan Paris menyandang namanya.

Sebuah tim arkeolog Perancis dan Rusia mengatakan mereka menemukan apa yang mereka yakini sebagai sisa-sisa Gudin yang hilang pada 6 Juli selama penggalian di kota Rusia Smolensk, 400 km (250 mil) barat Moskow.

Catatan dari periode tersebut menunjukkan bahwa cedera di medan perang Gudin berarti ia harus mengamputasi kaki kirinya dan juga mengalami kerusakan pada kaki kanannya.

Para arkeolog mengatakan sisa-sisa yang mereka temukan di peti mati konsisten dengan luka-luka itu dan percaya "dengan tingkat kemungkinan yang tinggi" bahwa mereka telah menemukan aristokrat dan veteran perang Revolusi Prancis dan Napoleon.

Sejarawan dan arkeolog Prancis Pierre Malinovsky, yang memainkan peran sentral dalam penemuan ini, memuji penemuan itu sebagai puncak dari pencarian yang panjang.

"Ini adalah momen bersejarah bukan hanya bagi saya tetapi karena saya pikir untuk kedua negara kami," kata Malinovsky kepada surat kabar Smolensk, Rabochy Put (Perjalanan Pekerja), dengan mengatakan bahwa Napoleon secara pribadi mengenal Gudin sejak masa kecilnya.

"Napoleon adalah salah satu orang terakhir yang melihatnya hidup yang sangat penting, dan dia adalah jenderal pertama dari periode Napoleon yang telah kita temukan."

Masyarakat sejarah militer Rusia, yang juga terlibat dalam penggalian, mengatakan penemuan itu, jika dikonfirmasi, akan menjadi sensasi. "Ada kemungkinan bahwa kita harus mengidentifikasi sisa-sisa dengan bantuan tes DNA yang bisa memakan waktu beberapa bulan hingga satu tahun," katanya.

"Keturunan jenderal mengikuti berita."

sumber: reuters
Share on Google Plus

About hariandeteksi.com

Situs Berita Online
www.HarianDeteksi.Com
Kritis, Bernas dan Informatif
Ph:0853-7272-9191
    Website Comment
    Facebook Comment